Saturday, January 27, 2007

Rizki

Rizki

Berasa gak sih semakin naik penghasilan akan semakin besar pengeluaran. Begitu juga sebaliknya semakin kecil penghasilan akan semakin kecil pula pengeluaran?? Kalo kata saya manusiawi banget manusia dikondisikan seperti itu. Tidak pernah puas dan selalu merasa kurang.

"Penghasilanku kecil Feb, aku masih ngerasa belum mapan utk marid. Pikirku mana cukup buat menghidupi anak dan istriku?", teman saya berkomentar. Sering dan tidak hanya sekali atau dua kali saya dengar komentar seperti itu. Gak ada indikator yang jelas tentang tingkat kemapanan seseorang. Semua semu dan semua tergantung masing2 personalnya. Ada yang merasa belum mapan dengan rumah dan mobil yang dimiliki, atau ada juga yang merasa mampu hidup dg gaji yang terbilang kecil.

Oya saya sempat ngobrol2 di bank sambil menunggu antrian dengan salah seorang karyawan swasta kemarin. Gak tau mulai dari mana awal pembicaraan tapi saya dapatkan informasi berharga darinya bahwa dia mampu hidup dengan gaji kurang dari Rp500ribu dan mampu menghidupi 2 putrinya yang masih kecil2. Kebetulan kedua putrinya diajak ayahnya. Saya lihat mereka endut2 dan kelihatan lincah dan sehat. Saya tanya ke bapak itu, "bagaimana caranya mengelola keuangan yang terbatas?". Sambil tersenyum si bapa berujar,"Mba, rizki yang kita punya datangnya dari Allah, dan setiap manusia sudah diatur rezekinya oleh Allah. Itu berarti saya gak akan khawatir akan kekurangan makan dengan gaji yg hanya sekelebatan". Kelihatannya memang gak masuk akal, tapi kenyataannya? ruarrr biasa....

Jadi dapatlah disimpulkan bahwa manusia tidak pernah puas (selalu mengeluh) padahal sebenarnya Allah sudah mengatur rizki setiap umatnya. Ar-Rohman untuk setiap umat manusia di bumi dan Ar-Rohim hanya untuk yang beriman. Dalam QS Al-Ankabut (29) ayat 60: dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak dapat mengurus rezkinya sendiri. Allahlah yang memberi rizki kepadamu. Bahkan Allah masih menambahkan rizki itu buat yang menikah, tertera dalam QS An-Nur 24 ayat 32 : dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang diantara kamu. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karuniaNya.

Btw: nah Febry sendiri napa belum nikah?? hehe siapa yang mau?? married nyook........

Wednesday, January 17, 2007

Motor.....

Motor....

Beberapa waktu lalu saya terima email dari salah seorang teman yg isinya gambar foto diatas. Saya betul2 gak habis pikir kok bisa ya motor dianggurin sampe sekian lama, kalo gak salah dari tahun 1985 sampai sekarang. Bahkan sekarang kondisinya betul2 senyawa dengan pohon tempat dia bernaung.

Wednesday, January 10, 2007

Spontanitas, good or bad character??

Spontanitas, good or bad character??

Begitu melihat adegan... langsung spontan, "Hei, ini kantor, bukan tempat mesum!!". Lain waktu saat berada di angkot berAC dan tanpa ventilasi tiba2 masuk seseorang yang merokok tanpa memperdulikan penumpang lainnya. Tidak ada yang berani menegurnya. Tetapi tiba2 spontan, saya tersenyum dan berujar "maaf mas bisa gak dimatikan rokoknya, polusii??". Lantas si perokok langsung mematikan rokoknya. Lagi lagi spontanitas timbul. Ach saya sendiri gak terlalu mengerti? salahkah? Mungkin ini menguntungkan buat yg lain tapi tidak buat yg lain. Saya hanya ingin meluruskan bahwa yg hak itu hak dan yang batil itu batil. Tentu tidak ada maksud apapun, hanya mencoba untuk meluruskan saja. Mohon maaf jika diantara rekan-rekan ada yang kurang berkenan atau salah persepsi. 1x lagi maaaffffffffffffffffffffffffff...............

Friday, January 05, 2007

Work Under Pressure

Work Under Pressure

Kadang bekerja dibawah tekanan sangat tidak menyenangkan apalagi jika diberikan tenggat waktu yg sangat sempit. Belum lagi jika kondisi ruang kerja atau lingkungan kerja yang tidak kondusif. Tambah lagi kerjaan yang seabreg2. Halahhh... bikin pala cenut2 mau pecah rasanya. Biasa semakin ditekan akan semakin butek pikiran, bahkan sering kali kita tidak mampu melakukan apapun.

Sebenarnya setiap orang punya cara dan trik sendiri menurut kebiasaan yang bisa dilakukan agar mampu bekerja dibawah tekanan. Ada beberapa cara yang biasa saya pakai untuk mengantisipasi kondisi yang super under pressure. Kadang bermanfaat, kadang gak ada pengaruhnya buat saya, diantaranya:
  1. Nikmati pekerjaan yg sedang dihadapi. Walau terasa membosankan, menyebalkan dan tidak menantang, tetapi cobalah untuk tetap selalu menikmati dan mensyukuri, karena diluar sana masih banyak pengangguran yang membutuhkan pekerjaan.
  2. Ciptakan kondisi senyaman mungkin dalam bekerja. Misalnya mendengarkan lagu2, keluar ruangan sebentar untuk mencari suasana yang lebih segar atau ngobrol2 sejenak dg teman2 juga kadang membantu kita . Jika perlu pukul teman2 yang sedang asyik bekerja, agar ikut merasakan penderitaan kita. Tentu tidak selalu membantu, tapi paling tidak merubah suasana tegang menjadi lebih rileks.
  3. Berusahalah untuk selalu tersenyum dimanapun, kapanpun dan dalam kondisi apapun. Karena senyuman dapat mengurangi beban mental yang tentunya mempengaruhi beban pekerjaan.
  4. Disaat tubuh sedang tidak bekerja (istirahat), usahakan tidak memikirkan beban pekerjaan yg ada. Kalau perlu jangan pernah mengingatnya, gak bisa???? itu derita loe....wekekek
  5. Jangan pernah bermusuhan dengan siapapun....kenapa???? karena itu tidak baik (apa hubungannya dg pekerjaan??) ya gak ada.
  6. Jika boss menuntut pekerjaan yg super buanyakkkkss dan dalam waktu singkatss, bolehlah sesekali menggertak atasan, "Maaf anda terhubung dengan tembok!!" atau bisa juga bilang, "memang saya ini perempuan apa? pikir dong pake otak kalo kasih pekerjaan!! lo kate kite kerja rodi??". Diharapkan siboss akan introspeksi diri sehingga tidak menekan bawahan
  7. Hubungi kantor pemadam kebakaran terdekat jika situasi kerjaan semakin tidak terkendali. Hal ini dimaksudkan supaya tercipta kepanikan sehingga suasana yg monoton dapat berubah menjadi lebih kondusif.
Masih banyak cara yg bisa dilakukan. Mudah2an beberapa trik diatas dapat mengurangi tingkat stress akibat bekerja dibawah tekanan.